Langsung ke konten utama

EXTRACT BY MASK

Extract by Mask

Extract by Mask adalah salah satu tool yang ada dalam ArcGis yang mana fungsinya adalah untuk menghapus bagian yang tidak akan digunakan atau tidak dibutuhkan. Jika diaplikasikan pada citra satelit, maka citra yang di extract by mask akan menghasilkan output berupa citra yang telah terpotong sesuai bentuk yang diinginkan.

1.    Add data terlebih dahulu data landsat hasil composite band dan shp wilayah.



2.    Setelah di add data maka tampilannya akan seperti ini. Ubah terlebih dahulu pewarnaan RGB.



3.    Setelah melakukan pengubahan pewarnaan, selanjutnya klik “ArcTool Box”, lalu klik “Spatial Analyst Tools” (1), lalu klik “Extraction” (2), kemudian klik “Extract by Mask” (3).



4.    Selanjutnya masukan data landsat hasil composite band pada “input raster”, dan masukan shp wilayah pada “input raster or feature mask data”, lalu pilih tempat penyimpanan outputnya (pakai .tif), kemudian klik “OK”.



5.    Tunggu proses extract by mask hingga selesai. Jika di pojok kanan bawah sudah ada pemberitahuan seperti pada point 1, maka itu tandanya proses extract by mask telah berhasil dilakukan. Dan point 2 akan otomatis muncul juga.



6.    Hasil Extract by Mask dengan menggunakan band 6, 5, 2 (agriculture).



Extract by Mask Citra Landsat-8 dengan SHP Kabupaten Kuningan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

EKOREGION DAN PETA EKOREGION KABUPATEN KUNINGAN

EKOREGION Menurut UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, ekoregion didefinisikan sebagai wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup. Ekoregion merupakan konsep yang penting untuk melakukan analisis hingga pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, seperti rencana tata ruang, rencana pembangunan, dan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Ekoregion juga dijadikan sebagai unit spasial dalam inventarisasi dan analisis lingkungan hidup. Adapun penetapan wilayah ekoregion dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kesamaan, diantaranya yaitu:  bentang alam,  DAS,  iklim,  flora,  fauna,  sosial,  budaya,  ekonomi,  lembaga masyarakat,  serta hasil inventarisasi lingkungan hidup.

MACHINE LEARNING DAN DEEP LEARNING GIS

MACHINE LEARNING DAN DEEP LEARNING GIS Machine Learning Pengertian machine learning pertama kali dicetuskan oleh ahli komputer asal Amerika Serikat Arthur Samuel pada tahun 1959. Secara kasar, Samuel mendefinisikan machine learning sebagai cabang ilmu komputer yang meneliti bagaimana suatu mesin dapat menyelesaikan masalah tanpa diprogram secara eksplisit. Machine Learning (ML) mengacu pada sekumpulan algoritma dan teknik berbasis data yang mengotomatiskan prediksi, klasifikasi, dan pengelompokan data. Machine learning dapat memainkan peran penting dalam pemecahan masalah spasial di berbagai area aplikasi, mulai dari klasifikasi gambar, deteksi pola spasial, hingga prediksi multivariat. Machine learning pada GIS ini diantaranya dapat digunakan untuk klasifikasi, klastering, prediksi dan lain sebagainya.